http://www.wayanardhana.staff.ugm.ac.id

 


Baliku Cantik, Baliku Sayang.....................................
Bali yang cantik, eksotik sangat dikagumi oleh wisatawan asing maupun dalam negeri akan aku ceriterakan setelah kepulanganku ke kampung halaman dalam rangka mengikuti rangkaian upacara Pitrayadnya orang tua kami
 

Klik Topik di bawah ini  
 

Home
Tentang Kami
Staf Kami
Pelayanan Kami
Alat Ortodontik
Perawatan Ortodontik
Kasus Ortodontik
Kontak Pasien
Kontak Sejawat
Tip Profesi
Kontak Mahasiswa
Publikasi Ilmiah
Intermezzo
Galeri Foto
Yang baru hari ini

Balai Banjar (Balai Kampung) Tempat Upacara Dilaksanakan

Apa itu upacara Pitrayadnya ????...............Upacara Pitrayadnya atau Ngaben adalah salah satu rangkaian upacara yang dilaksanakan untuk mengembalikan jasad orang yang telah meninggal ke alam semesta. Rangkain upacara ini berlangsung selama 4 hari dari tanggal 29 Agustus 2006 - 1 Septermber 2006 dengan penngambilan pekerjaan untuk persiapan telah dilaksanakan selama 2 minggu sebelumnya.
   
Kami pulang dari Yogyakarta tanggal 27 September mendapatkan semua sudah tertata rapi, balai banjar (balai kampung) sudah dihias, suara angklung (gamelan Bali ) terdengar merdu mendayu dayu menggugah kenangan masa kecil. Tiga puluh enam tahun sudah aku meninggalkan Bali. Rasanya aku kembali ke masa kecilku semasa aku masih tinggal di kampung halaman begelut dengan keseharian tradisi hidup sebagai orang Bali.
   
 Pada saat ini di kampungku ada 21 sawa (orang meninggal) yang diupacarai dilaksanakan oleh 15 keluarga, karena ada beberapa kelurga yang mengerjakan lebih dari satu sawa.
 

 Berita dan Opini



Jogja graffiti
 Problem sosial


Baliku cantik
Baliku,..........oh
Bali....sekali lagi

 

 

Web Link

 

UGM
FKG UGM

FKG-UGM  (new web)
OrtodonsiaFKG UGM
DentisiaFKG UGM

DentisiaFORUM
Web UGM
E-lisaUGM
Wikipedia

Website Teman
Sejawat :

drg. Cendrawasih AF.
drg. Ika Dewi Ana Phd.

 

 
 

Sawa disemayamkan dirumah

Balai adat dirumah

Sawa diarak kembali dari rumah masing-masing ke balai kampung


Apa yang dikerjakan dalam rangka pelaksanaan upacara ini ?
 
bullet

Upacara hari I :
Acara Ngagah, adalah pembongkaran kuburan untuk mengambil tulang jenazah yang telah dikubur lebih dari satu tahun, untuk dikumpulkan dan dibersihkan di taruh didalam rumah kecil di daerah kuburan. Sedangkan simbolis jasadnya berupa rangkaian patung di arak pulang kerumah untuk disemayamkan dirumah masing-masing. Setelah dikunjungi keluarga  saudara dan famili, kemudian diarak kembali ke balai kampung untuk  menempati kaveling-kaveling keluarga di balai Kampung
 

 
 

Acara pebersihaan sawa Ibu-ibu yang menghadiri acara pebersihan

Iring-iringnan kembali dari pengambilan air pebersihan

 
bullet

Upacara hari ke II :
Acara Pebersihan, pada hari ini seluruh anggota masyarakat dikampung hadir untuk melakukan upacara pembersihan. Acara dimulai dengan beriringan mengambil air ke suatu mata air. Kemudian semua sawa (bentuk sibolis yang meninggal)  semayamkan untuk diberi penghormatan oleh masin-masing keluarga yang dipimpin oleh seorang pendeta.
 

 
 

Semua sudah tertata rapi Siap menunggu kedatangan famili

Para keluarga sanak saudara berdatangan memberikan penghormatan

 
bullet

Upacara Hari III :
Acara Ngeneng, pada hari ini tidak ada kegiatan untuk seluruh anggota Banjar, kecuali para keluarga pengarep yang mempunyai keluarga yang diupacarai, menerima keluarga yang datang dari desa-desa lain untuk memberi penghormatan kepada yang meninggal
 

 
 

Mengarak Bade ke kuburan

Mengarak Lembu ke kuburan

Bade diarak  bentangan kabel listrik harus didorong ke atas

 

bulletUpacara Hari IV :
Acara Pengutangan, adalah puncak acara yang terdiri dari :
bulletPersiapan anggota Banjar di balai kampung dari jam 3 pagi sampai mencapai jam 11 siang. Jam 2 siang acara pengarakan di mulai dari balai kampung ke kuburan
bulletMengarak sawa ke kuburan dengan menggunakan Bade ( menara tinggi 10 m)   dan  Lembu ( Banteng hitam) yang diarak beramai-ramai, penuh dengan sorak soarai sampai di daerah kuburan yang berjarak kurang lebih 1 km
 

 

 

Lembu peti jenazah siap dibakar

Singa peti jenazah siap dibakar

Semua peti jenazah mulai dibakar secara bersamaan

 

bulletSetelah sampai dikuburan dilakukan persiapan pembakaran, tulang jasad dimasukkan kedalam lembu atau peti pembakaran. Secara bersamaan api mulai dihidupkan. Setelah api menyala anggota masyrakat yang tidak menghadapi upacara boleh pulang untuk mempersiapkan acara selanjutnya. Yang tinggal hanya anggota keluarga pengarep untuk menyelesaikan prosesi pembakaran. Setelah api padam semua arang tulang dipisahkan dari abu kayu, dibersihkan, disucikan dimasukkan kedalam puspa  (buah  kelapa) yang dihias.
 
 
 

Menyisihkan tulang dari abu

Memasukkan tulang kedalam puspa

Mengarak puspa kelaut

 
bulletSetelah jam 4 sore anggota masyarakat kampung mulai datang dengan pakaian bersih untuk menyaksikan  rangkaian upacara persembahyangan para keluarga yang mempunyai kerja. Acara persembahyangan dipimpin oleh seorang pendeta berlangsung sampai jam 6 sore. Kemudian Puspa kembali diarak diatas Jempana (menara kecil) menuju laut untuk di hanyut. Acara berlangsung sampai jam 9 malam.
 

 

Topik lain :   Baliku...oh,  Bali....sekali lagi,  Jogja graffiti,    Jogja problem sosial     

     
     

  | Home | Tentang Kami | Staf Kami | Pelayanan Kami | Alat Ortodontik | Kasus Ortodontik | Perawatan Ortodontik |
 
| KontakPasien | Kontak Sejawat |Tip Profesi
|  Kontak Mahasiswa | Publikasi Ilmiah  | Intermezzo  | Galeri Foto |
|
Berita dan Opini  I Yang baru hari ini |

 

 

 

Copyright  YAO Ortholab.com 2014