http://www.wayanardhana.staff.ugm.ac.id

 


 

 

Klik Topik di bawah ini

 

Home
Tentang Kami
Staf Kami
Pelayanan Kami
Alat Ortodontik
Perawatan Ortodontik
Kasus Ortodontik
Kontak Pasien
Kontak Sejawat
Tip Profesi
Kontak Mahasiswa
Publikasi Ilmiah
Intermezzo
Galeri Foto
Yang baru hari ini
 

 


 

Berita dan Opini
 

Jogja grafiti
Problem sosial

Baliku cantik
Baliku,........oh,
Bali....sekali lagi
 

 

 

Web Link

 

UGM
FKG UGM

FKG-UGM  (new web)
OrtodonsiaFKG UGM
DentisiaFKG UGM

DentisiaFORUM
Web UGM
E-lisaUGM
Wikipedia

Website Teman
Sejawat :

drg. Cendrawasih AF.
drg. Ika Dewi Ana Phd.

Baliku..........oh, sebuah ceritera tentang Bali
   
Apa yang aku rasakan tentang Bali  dimasa lalu ketika aku masih anak-anak sampai remaja di kampungku dan dimasa kini setelah 36 tahun meninggalkan Bali akan kuceriterakan buat anda setelah kepulanganku dari kampung halamanku baru-baru ini .


Aku sebagai objek tentang Bali dimasa lalu...........................
 

Tradisi kesenian dalam kehidupan keseharian di pulau Bali

Pemandangan kampung halaman yang indah


   
Masa hidupku dimulai ketika aku dilahirkan di kota Gianyar yang terkenal sebagai kota pariwisata dan kota kesenian di Bali. Aku bangga memiliki adat istiadat yang dikatakan unik oleh orang-orang tentang Bali. Itu karena kata orang,  bagiku yang menjalankan hidup dan melaksanakan kegiatan ritual sehari-hari tiada referensi yang bisa sebagai bandingan, semuanya sebagai suatu yang biasa-biasa yang rutin harus dijalankan sebagai orang Bali.  Apakah memang benar baik ? Dibandingkan dengan apa ? Aku tidak bisa menjawabnya. Memang ada tempat-tempat yang indah yang aku lihat, yang pernah akau kunjungi seperti pantai, pegunungan dan tempat-tempat pariwisata. di daerahku 

   Yang jelas aku ketahui memang banyak orang yang mengagumi, terbukti dengan banyaknya touris yang datang ke Bali baik domestik maupun mancanegara untuk menikmati keindahan pulau Bali dengan segala tradisi dan ritual kehidupan masyarakatnya yang eksotis. Aku salah satu  sebagai unsur di dalamnya yang ikut  sebagai objek  menjalani tradisi itu, tidak merasakan apasih yang perlu dikagumi, ini semuanya biasa saja rutinitas keseharian yang harus kami jalankan sebagai tanggungjawabku lahir dan hidup di pulau Bali.
 


Aku sebagai subjek tentang Bali dimasa kini...........................
 

Aku sebagai touris yang menikmati keindahan Bali

Panorama alam yang indah yang mengundang decak kagum para touris


   Setelah tamat SMA aku kuliah di Jawa dan bekerja menenetap sampai sekarang di Yogyakarta. Aku menjalani hidup dengan percampuran Bali-Jawa dengan tradisi yang tidak sama dari tradisi kehidupan masa kecilku di Bali. Aku mejalankan rutinitas kehidupan sehari-hari sebagai pegawai negeri dengan tradisi kehidupan Jawa di Yogyakarta. Sebagai orang Bali walaupun tinggal di Jawa aku tidak begitu saja meninggalkan rutinitas kehidupan tradisi bersama orang-orang Bali yang ada di Yogyakarta. Sudah tentu semuanya telah mengalami penyesuaian antara tradisi daerahku dengan tradisi orang-orang Bali dari daerah lain yang sama-sama tinggal di Yogyakarta, begitu juga penyesuaian dengan tradisi Jawa setempat.

   Sebagai orang Bali yang tinggal di luar Bali, sekarang aku bisa merasakan sebagai subjek yang punya referensi untuk melihat dan menilai Bali dari kaca mata orang luar. Pada hari liburan aku sekeluarga pulang ke Bali, tidak langsung pulang kerumah, aku sekeluarga sebagai touris mengunjungi tempat-tempat wisata, menginap di hotel menikmati fasilitas kepariwisataan. Demikian pula pada kunjungan kerja, pertemuan, seminar profesi yang di selenggarakan di Bali  bersama-sama teman se kantor aku datang ke Bali menikmati fasilitas yang disediakan untuk para tamu menikmati tradisi kesenian dan kehidupan orang-orang Bali.

   Sekarang aku baru menyadari Bali memang unik, indah dan eksotis seperti kata orang karena aku sekarang merasakan sendiri dan membandingkannya. Bagaimana nyamannya sebagai touris menikmati keindahan tempat pariwisata dengan segala fasilitas yang disediakan untuk tamu-tamunya. Bagaimana keramahan masyarakatnya menerima tamu-tamunya. Bagaimana mempesonanya tradisi kehidupan ritual, kesenian, kerajinan yang unik untuk dinikmati

 


Aku sebagai objek tentang Bali dimasa kini...........................
 

Aku dan aktivitas tradisi sebagai objek untuk dinikmati

Dilema tradisi dan tuntutan zaman

    Baru-baru ini aku pulang ke Bali dalam rangka melaksanakan ritual adat dan keagamaan upacara pengabenan salah satu orang tuaku yang telah meninggal. Aku kembali menjadi orang Bali sebagai objek yang menjalankan tradisi seperti yang dilaksanakan oleh orang-orang Bali pada umumnya. Sebagai objek yang bisa dinikmati oleh para touris yang menyajikan keunikan tradisi yang mengagumkan.

   Sungguh berat melaksanakannya, betapa panjangnya waktu yang harus disediakan untuk penyelenggaraan itu. Bayangkan, persiapan pelaksanaan telah dimulai satu bulan sebelum hari H, selama itu masyarakat kampung pada turun bekerja membantu. Pekerjaan yang harus dilaksanakan sangat rumit untuk menciptakan suatu keindahan yang bisa dinikmati oleh para touris. Suatu kreasi yang diciptakan pada masyarakat agraris di masa lalu.

    Bagaimana dengan masa kini bagi orang-orang yang bekerja sebagai pegawai negeri yang tinggal sekota apa lagi di kota-kota lain di Bali haruskah juga pulang. Aku sendiri yang punya gawe di Bali minta izin tidak kerja seminggu sudah dirasa cukup panjang. Haruskah ini tetap dipertahankan ? Mungkinkah bisa disederhanakan dengan konsekuensi lenyapnya tradisi ? Zaman akan mengoreksinya.

 

bullet Aku sebagai ojek dimasa lalu
bullet Aku sebagai subjek dimasa kini
bulletAku sebagai objek dimasa kini

Topik lain :  Baliku cantik Bali....sekali lagi  Jogja graffiti,   Jogja problem sosial  

     
     

 | Home | Tentang Kami | Staf Kami | Pelayanan Kami | Alat Ortodontik | Kasus Ortodontik | Perawatan Ortodontik |
 
| KontakPasien | Kontak Sejawat |Tip Profesi
|  Kontak Mahasiswa | Publikasi Ilmiah  | Intermezzo  | Galeri Foto |
|
Berita dan Opini  I Yang baru hari ini |

 

 

 

Copyright  YAO Ortholab.com 2014