Situs pribadi drg. Wayan Ardhana, MS. Sp.Ort (K)

<<<  .......................................Selamat datang di YAO_Ortholab.com.............Situs pribadi drg Wayan Ardhana, Ms, Sp.Ort.(K)...................Di sini anda akan mendapat informasi tentang Perawatan Gigi.......................................Perawatan Ortodontik........................Selamat menjelajahi situs kami..............................Ssemoga dapat bermanfaat bagi kita semua............................. Amin..............................  >>>
 

 

Klik Topik di bawah ini

Home
Tentang Kami
Staf Kami
Pelayanan Kami
Alat Ortodontik
Perawatan Ortodontik
Kasus Ortodontik
Kontak Pasien
Kontak Sejawat
Tip Profesi
Kontak Mahasiswa
Publikasi Ilmiah
Intermezzo
Galeri Foto
Yang baru hari ini
 

 

 

Berita dan Opini

Jogja graffiti
Problem sosial

Baliku cantik
Baliku,........oh,
Bali....sekali lagi

 

 

Web Link

 

UGM
FKG UGM

FKG-UGM  (new web)
OrtodonsiaFKG UGM
DentisiaFKG UGM

DentisiaFORUM
Web UGM
E-lisaUGM
Wikipedia

Website Teman
Sejawat :

drg. Cendrawasih AF.
drg. Ika Dewi Ana Phd.

 

Publikasi Ilmiah..............................
Secara berkala karya ilmiah kami sajikan dalam ruang ini, materinya dapat berupa hasil penelitian kami, studi pustaka, atau karya tulis lainnya yang kami kutip dari pelbagai sumber yang mungkin dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan . Silahkan simak sajian berut ini.......
 
   

  Publikasi ilmiah 2 :
 Edisi  ini menyajikan karya tulis
 
drg Wayan Ardhana,MS.SpOrt.
  Bagian Ortodonsia FKG UGM

 
   

PENAMBAHAN KOMPONEN  ALAT CEKAT UNTUK
MENGATASI KESULITAN PADA PERAWATAN
ORTODONTIK DENGAN ALAT LEPASAN

drg Wayan Ardhana, MS,Sp.Ort
Bagian Ortodonsia FKG UGM
 
 

 
Etika ilmiah : jika anda menggunakan materi makalah ini untuk bahan publikasi atau bahan kuliah ditempat lain akan sangat bijaksana jika anda minta izin kepada kami dan menulis sumbuer ini sebagai referensi, Terimakasih  

 

 
bullet

PENGANTAR

Alat ortodontik lepasan merupakan alat ortodontik yang masih umum digunakan oleh dokter gigi di Indonesia terutama oleh para general practitioner. Ada dua alasan utama penggunaan alat cekat masih terbatas yaitu, biaya perawatan yang harus disediakan oleh pasien sangat mahal dan pengetahuan tambahan berupa pendidikan spesialis yang masih harus ditempuh oleh para dokter gigi.

Maloklusi terbentuk akibat adanya hambatan dalam proses tumbuh kembang gigi-geligi dan keadaan ini sering baru disadari oleh penderita setelah maloklusi sudah menjadi komplek pada periode gigi permanen. Perawatan interseptif yang perlu dilakukan secara dini untuk mencegah bertambah  kompleknya maloklusi sering mendapat hambatan karena tidak kooperatifnya anak-anak untuk memakai alat lepasan yang memenuhi mulut.  Perawatan dengan alat lepasan pada pasien dewasa dengan kasus yang sudah komplek sering mendapatkan kesulitan dan  hasilnya tidak memuaskan.  Dengan demikian ada dua pokok utama yang menjadi sumber kesulitan pemakaian alat lepasan untuk merawat maloklusi yaitu : Kemampuan adaptasi pasien anak-anak untuk menerima pemakaian alat lepasan yang memenuhi mulut dan keterbatasan kemampuan alat lepasan  itu sendiri untuk menghasilkan gerakan-gerakan  gigi tertentu dalam proses perawatan.

Perawatan akan sulit dilakukan dengan alat lepasan jika gigi-gigi yang malposisi membutuhkan koreksi dalam arah vertikal seperti kasus open bite, extopic caninus, atau anterior cross bite. Gerakan rotasi pada kasus-kasus rotasi gigi kaninus atau premolar juga sulit dikoreksi dengan alat lepasan.  Perawatan  akan semakin sulit jika juga disertai dengan telah dicabutnya satu atau beberapa gigi posterior seperti gigi premolar dua atau gigi molar pertama sebelum perawatan sehingga dalam perawatan dibutuhkan penggeseran lebih banyak gigi untuk melakukan koreksi pada gigi anterior yang malposisi.

Pada makalah ini akan dibahas penggunaan sebagian komponen alat cekat sebagai alat cekat sederhana untuk membantu penggunaan alat lepasan menangani kasus-kasus yang dianggap sulit.

bullet

 TINJAUAN PUSTAKA

            Perawatan maloklusi dengan alat lepasan hanya dapat menghasilkan tipe gerakan gigi dalam jumlah terbatas. Kekuatan yang dihasilkan hanya dapat menggerakkan gigi secara tipping, ini merupakan gerakan yang utama yang mungkin dihasilkan untuk alat tipe ini. Gerakan rotasi mungkin juga dihasilkan apabila menggunakan kekuatan kopel. Gerakan  bodily, torquing apeks dan uprighting  sangat sulit  atau tidak mungkin dihasilkan dan alat lepasan tidak memuaskan jika diharapkan untuk menghasilkan gerakan tipe ini1.

            Keterbatasan kemampuan alat lepasan akan sangat menghambat penggunaan alat ini untuk mengoreksi maloklusi yang sangat bervariasi. Untuk meningkatkan kemampuannya, pada beberapa kasus dapat diperluas dengan penambahan beberapa komponen alat cekat yang dikombinasikan dengan penggunaan alat lepasan. Kombinasi pemakaian dua sistem yang berbeda ini disebut sebagai sistem Remofixed. Pemakaiannya dapat dilakukan sacara bersama-sama  pada satu rahang pada saat yang sama atau secara bergantian, dapat pula dilakukan pada dua rahang yang berbeda pada saat yang sama atau secara bergantian  sesuai dengan kasus dan kebutuhan koreksi yang diinginkan 2 .

            Gigi kaninus impaksi atau erupsi extopic, gigi insisivus yang erupsi di atas jauh dari bidang oklusal akibat adanya mesiodens, perawatannya membutuhkan gerakan ekstrusi  yang sangat sulit dilakukan dengan penggunaan alat lepasan. Penambahan braket yang dibonding langsung pada permukaan labial gigi sebagai attachement akan meningkatkan pemakaian buckal retractor spring pada alat lepasan untuk menggerakkan gigi ke arah oklusal 2.

Kasus open bite pada gigi anterior juga membutuhkan koreksi berupa gerakan ekstrusi, alat lepasan dengan klamer Adam pada gigi molar pertama sebagai komponen retentif dan busur labial  dengan lup horisontal sebagai komponen aktif dapat dipakai dengan bantuan penambahan step dari bahan komposit pada permukaan labial gigi efektif menghasilkan gerakan ekstrusi 3.

Salah satu alat cekat sederhana yang sangat efektif dapat dipakai untuk mengoreksi lingual cross bite gigi anterior atas adalah gigitan bidang miring yang disemenkan pada keempat gigi insisivus bawah pada posisi berlawanan dengan gigi atas yang cross bite 4.

            Koreksi rotasi pada gigi insivus, agak sulit dilakukan dengan alat lepasan, kesulitan akan semakin dirasakan pada koreksi gigi kaninus atau premolar yang bentuk mahkotanya bulat. Koreksi pada kasus gigi rotasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan Whips Appliance yang terbuat dari kawat 0,35 mm. merupakan sectional arch berfungsi sebagai rotating spring yang dilekatkan pada bracket yang dipasang pada permukaan labial gigi yang akan dikoreksi 1, 5.

Gigi-gigi posterior, seperti gigi premolar kedua atau gigi molar pertama  yang telah dicabut sebelum perawatan akan mempersulit proses perawatan maloklusi dengan alat lepasan, karena akan tidak leluasa lagi untuk melakukan pencabutan untuk kebutuhan perawatan yang efisien.  Pemanfaatan ruang bekas cabutan yang ada akan membutuhkan penggeseran banyak gigi untuk mencapai koreksi gig-gigi di regio anterior. Pemakaian komponen alat cekat seperti pemasangan band dengan bukal tube pada gigi penjangkar dan pemasangan bracket pada beberapa gigi yang sulit digerakkan, dengan komponen aktif helical loop spring akan mempermudah perawatan selanjutnya dengan alat lepasan 4, 6.

bullet

PEMBAHASAN

            Adanya kesulitan-kesulitan penggunaan alat lepasan untuk merawat kasus-kasus maloklusi tertentu seperti yang diuraikan di atas dan uraian penggunaan beberapa komponen alat cekat seperti yang telah direkomendasikan oleh beberapa ahli ortodontis, maka dapat dianjurkan beberapa cara penggunaan komponen alat cekat yang disebut sebagai alat cekat sederhana. Pemakaiannya dapat dikombinasikan pada pemakaian alat lepasan untuk merawat maloklusi yang dianggap sulit, seperti kasus-kasus berikut ini :
 

A. Kasus Perawatan Yang Membutuhkan Gerakan Gigi Vertikal

  Seperti diketahui alat ortodontik lepasan mempunyai kemampuan yang sangat terbatas untuk menangani kasus-kasus yang membutuhkan koreksi gerakan gigi vertikal. Kemampuan busur labial atau pir-pir sebagai komponen aktif untuk menghasilkan kekuatan hanya terbatas untuk gerakan horisontal berupa gerakan tiping ke arah mesiodistal, labiolingual dan rotasi. Kesulitan ini disebabkan karena kontur anatomis mahkota gigi yang tidak memempunyai tempat penahan kekuatan dalam arah vertikal, sehingga diperlukan pemasangan attachement berupa step dari bahan komposit atau braket yang dibonding langsung pada permukaan labial / bukal gigi yang akan digerakkan. (Gambar 1)

1. Kasus gigi depan berjejal yang disertai dengan gigi kaninus extopic

Kasus maloklusi  gigi depan berjejal yang disertai dengan kaninus extopic merupakan maloklusi yang sering dijumpai pada periode gigi permnen. Keadaan ini dikarenakan adanya diskrepansi lengkung yang parah, sehingga gigi erupsi kekurangan tempat, gigi kaninus yang merupakan gigi anterior yang erupsi paling akhir, erupsi dengan puncak mahkota menyimpang ke luar lengkung di atas garis oklusi  (bukosupra-aksiversi).

Posisi gigi kaninus yang berada pada pojok lengkung merupakan posisi peralihan dari gigi anterior ke gigi posterior sangat rawan terhadap kekuatan gigitan yang bekerja ke arah lateral dari gigi anterior di mesialnya dan desakan ke anterior dari gigi-gigi posterior yang ada di distalnya, pertemuan dua kekuatan ini akan cenderung medorong mahkota gigi kaninus keluar lengkung.

bullet

Cara penanganan  kasus :

Gigi berjejal dengan kaninus extopic yang parah, perawatannya membutuhkan pencabutan gigi premolar pertama kanan dan kiri. Pada alat lepasan, pir yang paling efektif dipakai untuk meretraksi gigi kaninus ke distal adalah buccal retractor spring  (Gambar 2). Pir ini dibuat dari kawat stainless steel 0,7 mm, ada beberapa variasi bentuk spring yang bisa dipilih (Gambar 3).

  Kesulitan yang sering dialami adalah pada saat retraksi gigi kaninus ke distal juga membutuhkan gerakan ekstrusi. Supaya ekstrusi efektif permukaan labial gigi kaninus kanan dan kiri dipasangi braket sebagai attachment.
 

2.  Kasus open bite gigi anterior

Gigi anterior open bite umumnya disebabkan oleh kebiasaan menghisap ibu jari pada waktu kecil. Open bite biasanya terjadi pada keempat gigi insisivus yang infraversi dapat meluas sampai ke gigi kaninus. Jika open bite tidak melibatkan skeletal, bisa ditangani dengan mudah dengan alat lepasan yang dikombinasikan dengan pemasangan attachment pada permukaan labial gigi anterior yang infraversi.

bullet

Cara penanganan kasus :

Jika open bite disertai dengan gigi berjejal atau protrusif perawatan biasanya membutuhkan pencabutan gigi premolar pertama kanan dan kiri. Pir yang cocok dipakai untuk mengekstrusi gigi-gigi anterior yang infraversi adalah busur labial dengan loop horisontal dari kawat stainless steel 0,7 mm.

Kesulitan yang sering dialami pada proses ekstrusi dengan busur labial adalah tidak efektifnya busur labial menekan gigi ke arah insisal karena kontur permukaan labial gigi yang licin. Supaya ekstrusi efektif permukaan labial  gigi-gigi anterior yang infraversi dipasangi penahan dari bahan komposit atau braket sebagai attachment busur labial (Gambar 4),

       Cara ini juga efektif dilakukan untuk merawat kasus gigi anterior yang ekstrusi (elongasi). Gigi-gigi anterior yang ekstrusi diintrusi dengan cara yang sama dengan mekanisme sebaliknya

B. Kasus Perawatan Yang Membutuhkan Gerakan Gigi Horisontal

Penggunaan alat lepasan selain mengalami kesulitan untuk koreksi gigi yang membutuhkan gerakan vertikal, ternyata kesulitan dapat juga dialami pada koreksi yang membutuhkan gerakan horisontal yaitu koreksi gigi rotasi.

     Gigi rotasi umumnya disebabkan oleh karena erupsi kekurangan tempat, kontak oklusi dengan gigi antagonis yang rotasi / malposisi atau kebiasaan menggigit-gigit benda-benda tertentu seperi pensil, tusuk gigi atau menggigit-gigit kuku.

      Pemakaian symple spring pada alat lepasan untuk mengoreksi gigi rotasi sering mengalami kesulitan, karena posisi spring mudah berubah tempat setelah alat dilepas dan dipasang kembali oleh pasien, bentuk anatomi gigi posterior yang bulat mengakibatkan gaya moment kopel yang memutar sumbu vertikal gigi menjadi tidak efektif.

bullet

Cara penanganan kasus :

1.  Kasus rotasi pada gigi  insisivus

 

Kasus rotasi pada gigi insisivus biasanya masih mudah untuk di koreksi dengan pemakaian symple spring atau dengan memanipulasi tekukan pada busur labial dan busur lingual, karena bentuk mahkota gigi yang pipih. (Gambar: 5)
 

Jika dengan cara di atas mengalami kesulitan, pemakaian sectional arch yang berfungsi sebagai rotating spring dari kawat stainless steel 0,35 mm, dengan mudah akan dapat mengatasi kesulitan ini.  Rotating spring merupakan komponen aktif yang terpisah dari alat lepasan, ujung yang satu dikaitkan atau diikatkan pada braket yang dipasang secara cekat pada permukaan labial gigi, ujung yang lain di buatkan hook untuk dikatkan pada busur labial alat lepasan.(Gambar :  6 dan 7)
 

2.  Kasus rotasi gigi kaninus atau premolar

Kesulitan akan semakin dirasakan pada penggunaan symple spring untuk mengoreksi gigi kaninus atau premolar yang rotasi, karena bentuk mahkota gigi yang bulat.

       Pemakaian rotating spring seperti yang dijelaskan di atas, lebih dianjurkan untuk menangani kasus-kasus ini. Pada gigi premolar yang rotasi, koreksi memutar kearah mesial dilakukan dengan mengaitkan hook pada busur labial sedangkan koreksi memutar ke arah distal, hook dikaitkan pada buccal bar klamer Adam pada gigi molar penjangkar
 

3.  Kasus cross bite  gigi anterior

Cross bite gigi anterior perlu mendapat perawatan secara dini agar tidak sampai melibatkan rahang (skeletal type). Pada gigi desiduipun jika dijumpai keadaan cross bite alat ortodontik perlu segera di pasang. Koreksi yang dilakukan pada gigi-gigi anterior membutuhkan gerakan jumping gigi-gigi anterior atas melewati insisisal gigi anterior bawah. Pemakaian symple spring pada alat lepasan untuk mendorong gigi-gigi atas ke labial membutuhkan peninggi gigitan posterior untuk membebaskan gigi anterior yang cross bite. Keadaan ini akan membikin anak menjadi tidak nyaman memakai alat dengan plat yang tebal di dalam mulut.

bullet

Cara penanganan kasus :

Kesulitan perawatan yang sering dialami adalah tidak kooperatifnya anak yang masih terlalu kecil harus memakai alat lepasan yang tebal di dalam mulut. Untuk itu diperlukan alat yang  kecil dan tidak mudah dilepas oleh pasien.
     Alat yang tepat dipakai untuk menangani kasus ini adalah anterior inclined bite plane  (Gambar 8). Alat ini dibuat dari bahan akrilik transparan yang dipasang secara cekat pada gigi anterior rahang bawah.

 Pemasangan fixed madibular inclined bite plane akan mudah dapat mengatasi kesulitan tersebut. Bentuk alat yang kecil, tidak meluas ke posterior dipasang dengan penyemenan pada gigi anterior bawah  akan mengurangi ketidaknyamanan dan tidak mudah dilepas.

      Alat ini memberikan efek kombinasi gerakan jumping ke anterior pada gigi-gigi anterior atas, gerakan retrusi dan intrusi pada gigi anterior bawah serta desakan ke posterior terhadap posisi mandibula yang maju.

C.  Kasus Gigi Posterior Yang Telah Dicabut

Kesulitan sering dialami pada retraksi gigi premolar bawah ke distal dengan menggunakan finger spring, karena ruang didaerah lingual gigi bawah sangat terbatas, lengan finger spring terlalu pendek, pada saat pengaktifan penyimpangan posisi lengan menjadi sangat terbatas.

Ada anggapan kegagalan pemakaian finger spring ini dikarenakan kekuatan yang dihasilkan kurang besar, sehingga sering diberi tambahan elastik untuk meningkatkan kekuatan. Cara ini pada tahap awal retraksi tidak akan efektif karena pemakaian kekuatan yang besar akan menyebabkan lengan spring mudah tergelincir sebelum terbentuk space di mesial gigi.

Penggunaan buccal retractor spring pada alat lepasan akan mengalami kesulitan karena pada setiap pengaktifan diperlukan penyesuaian dengan pemendekan ujung spring, daerah lipatan mukosa pipi (fornic) yang dangkal,  mengakibatkan ujung loop sering melukai gingiva  Kegagalan pada tahap awal retraksi terjadi dikarenakan kegagalan ujung lengan sprimg dapat secara efektif memeluk mahkota, sebelum terbentuk space di mesial gigi.

bullet

Cara penanganan kasus :

1.  Kasus gigi premolar dua yang telah dicabut

     Perawatan maloklusi dengan alat lepasan dengan gigi premolar kedua telah dicabut sering mangalami kesulitan ketika terlebih dahulu harus meretraksi gigi premolar pertama ke distal. Kegagalan untuk menggerakkan gigi premolar pertama seperti yang dijelaskan di atas akan menghambat penggeseran gigi-gigi dimesialnya.

         Alat alternatif yang efektif dapat dipakai yaitu pemasangan helical loop spring yang di buat dari kawat stainless steel 0,35 mm (Gambar:9). Alat ini merupakan komponen alat cekat terdiri dari molar band dengan buccal tube yang disemen pada gigi molar pertama sebagai gigi penjangkar, band dengan bracket  yang disemen atau dibonding langsung pada permukaan bukal gigi premolar yang akan diretraksi. Helical loop spring sebagai komponen aktif, di kaitkan pada attachement kedua gigi tersebut. Alat ini akan memberi hasil yang sangat efektif sebagai pendahuluan penggunaan alat lepasan,

Keuntungannya : alat lepasan utama belum perlu dipasang, pemasangan spring secara cekat, sehingga  alat tidak mudah lepas, spring bisa efektif bekerja, pengaktifan tidak perlu sering dilakukan

2.    Kasus gigi molar pertama yang telah dicabut

      Perawatan maloklusi dengan alat lepasan akan menjadi semakin sulit dilakukan jika telah ada gigi molar pertama yang telah dicabut, penjangkar harus dipindahkan ke gigi molar kedua, semakin banyak gigi di mesialnya yang harus digeser ke distal, kesulitan penggeseran gigi premolar pertama juga akan di alami pada penggeseran  gigi premolar kedua. Daerah fornic yang sangat dangkal mengakibatkan ujung coil buccal retractor spring cenderung melukai gingiva atau mukosa pipi.

Pencabutan gigi premolar pertama yang sering dilakukan untuk tujuan perawatan ortodontik, untuk kasus ini adalah kurang bijaksana dan sangat merugikan pasien.

 Pemakaian fixed helical loop spring dengan  loop yang lebih pendek seperti pada retraksi gigi premolar pertama di atas akan memberi hasil yang sangat memuaskan (Gambar 9

Cara lain dapat dengan pemakaian closed coil spring atau powerchain elastics (Gambar 10), dilakukan dengan cara pemasangan molar band yang dipatrikan buccal tube kemudian disemen pada gigi molar dua sebagai penjangkar dan pemasangan bracket  pada gigi premolar kedua dan gigi premolar pertama. Ketiga gigi ini dihubungkan oleh sectional arch wire 0,45 mm berfungsi sebagai rel pergerakan gigi premolar kedua. Kawat busur ini dimasukkan ke dalam closed coil spring, ujung closed coil spring dikaitkan pada braket gigi premolar kedua yang akan ditarik ke distal dan ujung yang lain dikaitkan pada bukal tube gigi molar kedua penjangkar.

       Untuk meningkatkan kestabilan dan mencegah terjadinya rotasi pada gigi molar dua yang ukurannya lebih kecil dari gigi molar pertama, sebagai penjangkar untuk menggeser lebih banyak gigi di mesialnya, kedua band pada gigi molar kedua kanan dan kiri perlu di beri penghubung (conector) berupa lingual arch dari kawat besar (diameter  0,9 I,0 mm) (Gambar: 11).


 

bullet

 KESIMPULAN

            Penambahan pemasangan bracket sebagai attacmment buccal retractor spring pada alat lepasan, pemakaian mandibular anterior inclined bite plane secara cekat, dan penggunaan sectional arch wire dengan komponen aktif helical loop atau closed coil spring merupakan alat cekat sederhana, dapat dipakai untuk  mengatasi kesulitan perawatan maloklusi dengan alat lepasan pada kasus-kasus yang relevan.

bullet

 DAFTAR PUSTAKA
 

1.    Foster, T.D. : A Teksbooks of Orthodontics, Blackwell Scientific Publications, Oxford, London, Edinburgh, Melbourne,1975 : 242-244.

2.    Muir, J.D. and Reed, R.T. : Tooth Movemwent  with Removable Appliances, The C.V. Mosby Co, Missouri, Saint Louis,.,    1979 : 89-93.

3.    Federico, V.T. : Atlas of Orthodontic Appliances, Fixed and Removable, 2 nd. Ed,Ortho cycle Co.,Hollywood., 1986 .

4.    Graber, T.M., : Orthodontics Principles and Practice, 3 trd. Ed., W.B. Saunders Co., Philadelphia, London, Toronto :..1972 :  833-842.

5.    Graber,T.M. and Neumann, B. : Removable Orthodontic Appliances, 2 nd., W.B. Saunders Co., Philadelphia: 1984 : 12-53.

6.    Shaw, F.G. and  Edmondson, S, : Practical Exercises in Orthodontics, Henry Kimpton Ltd, London.1962 :116-118.

 

 
Adobe Acrobat Reader 4.0 or higher is recommended to view these articles. If you do not currently have Adobe Acrobat Reader, click on the button to download your free copy of Acrobat Reader to view .pdf files.

 

 
bullet

 Lihat  Makalah Selanjutnya

bullet

 Komponen Penjangkar pada Alat Ortodontik Lepasan

bullet

 Penambahan Komponen Alat Cekat untuk Mengatasi Kesulitan pada Perawatan Ortodontik

bullet

 Hubungan antara Pengukuran Inklinasi Gigi Insisivus Sentral Secara Linier pada Model Studi

bullet

 Hubungan Status Gizi dan Dimensi Lengkung Gigi dengan Dimensi Bibir Atas

bullet

 Pengaruh Konfigurasi Bentuk Bengkokan Kawat Ortodontik dalam Plat Akrilik

bullet

 Perawatan Gigitan Silang Gigi Depan pada Gigi Susu dengan Dataran  Giditan  Miring Akrilik Cekat  (Laporan Kasus)
 

 

Anda memerlukan sesuatu ???, seperti bahan referensi, journal, textbook, atau apapun gunakan :

 
     
     

 | Home | Tentang Kami | Staf Kami | Pelayanan Kami | Alat Ortodontik | Kasus Ortodontik | Perawatan Ortodontik |
 
| KontakPasien | Kontak Sejawat |Tip Profesi
|  Kontak Mahasiswa | Publikasi Ilmiah  | Intermezzo  | Galeri Foto |
|
Berita dan Opini  I Yang baru hari ini |

     

Copyright  YAO Ortholab.com 2014